Mengenal Nama-Nama Pakaian Adat Dari Berbagai Provinsi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang terkenal akan keanekaragaman budaya dan suku yang begitu membanggakan. Meskipun dengan keanekaragaman yang berbeda-beda dari suatu daerah, rakyat Indonesia selalu menjunjung toleransi yang ada sehingga kehidupannya rukun. Selain memiliki rumah adat yang beragam, negara Indonesia juga mempunyai pakaian adat yang tidak kalah menarik.

Di setiap provinsi Indonesia, masing-masingnya mempunyai pakaian adat tersendiri yang dijadikan simbol pembeda satu daerah dengan daerah lainnya. Dengan pakaian yang berbeda-beda, setiap provinsi terlihat memiliki ciri khasnya tersendiri. Selain itu, baju adat bisa dijadikan sebagai media untuk mengenalkan ragam budaya Indonesia ke negara luar.

Daftar Isi

Nama Pakaian Adat 34 Provinsi Di Indonesia

Pakaian adat dari berbagai provinsi Indonesia sangat menarik perhatian wisatawan. Tidak heran jika Indonesia dengan keragaman budayanya sudah dikenal oleh kancah internasional. Baju adat ini tidak hanya dipakai saat acara-acara penting saja, melainkan biasa dikenakan oleh penganting yang sedang melangsungkan pernikahan. Berikut daftar baju adat dari 34 provinsi di Indonesia.

1. Pakaian Adat Nanggroe Aceh “Ulee Balang”

Aceh merupakan provinsi di Pulau Sumatera Indonesia yang terkenal dengan ragam budaya yang khas, salah satunya pakaian adat yang bernama Ulee Balang. Dulunya, pakaian ini hanya dikenakan oleh para raja dan keluarganya untuk menghadiri acara sakral seperti upacara adat.

Baju adat untuk kaum laki-laki dikenal dengan sebutan Linto Baro. Pakaiannya terdiri dari atasan lengan panjang Meukasan dengan bahan sutra dan bawahan berwarna hitam Sileuweu yang ditenun. Keduanya mempunyai akses khas sulaman benang emas yang memiliki pola dengan nilai estetika tinggi.

Bagian penutup kepalanya menggunakan Meukeutop. Sedangkan hiasan lainnya ditambahkan dengan senjata khas Rencong. Untuk baju adat untuk kaum perempuan disebut Daro Baro. Pakaiannya terdiri dari Baju Kurung dan Celana Cekak Musang yang terinspirasi dari budaya Cina, Arab dan Melaju.

2. Pakaian Adat Sumatera Utara “Ulos”

Provinsi selanjutnya yang masih ada di Pulau Sumatera yaitu Sumatera Utara. Provinsi ini mempunyai keanekaragaman budaya yang tidak kalah mengagumkan dan menarik untuk diketahui. Daerah yang terkenal dengan Suku Batak yang begitu kental ini memiliki pakaian adat yang bernama kain Ulos.

Kain Ulos adalah sebuah kain tenun berbahan sutra yang dibuat secara tradisional. Ulos biasa dipakai sebagai selempang baju pria yang terdiri dari sarung kain ulos dan jas. Untuk kaum wanita, kain ini juga bisa digunakan sebagai selempang yang dipakai bersamaan dengan kebaya berwarna cerah.

Pada jaitan benang kain Ulos biasa ditambahkan aksen baju adat untuk suku Mandailing. Untuk pria ditambahkan dengan penutup kepala sedangkan wanita mengenakan siger. Kain ulos termasuk baju adat yang sudah terkenal di Nusantara. Baju adat ini diyakini sebagai azimat dengan daya magic yang tinggi oleh masyarakat setempat yaitu Batak Karo.

3. Pakaian Adat Sumatera Barat “Bundo Kanduang”

Pakaian adat dari Sumatera Barat disebut Padang Bundo Kanduang. Baju ini terbagi menjadi dua kategori yaitu pakaian penghulu dan baju adat. Dari segi aksesoris tambahan yang digunakan, memiliki nilai-nilai filosofi yang tinggi dan erat hubungannya dengan seorang ibu ataupun keluarga.

Karena alasan itulah kenapa nama baju adat Padang ini disebut Bundo Kanduang. Istilah tersebut berarti ibu dari raja-raja. Pakaian yang digunakan sangat tertutup baik untuk pria ataupun wanita. Baju adat Bundo Kanduang untuk laki-laki. terdiri dari celana panjang kolor panjang dan atasan baju gunting Cina ditambah penutup kepala.

Sedangkan baju adat untuk perempuan menggunakan kain sarung dan kebaya lengan panjang. Untuk penutup kepalanya menggunakan kain yang dililitkan ke bagian kepala. Keunikan dan ciri khas dari baju adat Sumatera Barat terdapat pada bagian penutup kepala yang menyerupai dua tanduk kerbau.

4. Pakaian Adat Riau “Teluk Balanga”

Pakaian adat dari Riau adalah Teluk Balanga. Baju untuk pria menggunakan kurung kurawal yang ketat dan penutup kepala berupa kopiah. Pada bagian bawahannya mengenakan celana panjang yang memiliki warna senada dengan baju.

Di bagian pinggang, terdapat kain tenun dengan motif khas Melayu. Sedangkan, kaum perempuan menggunakan penutup kepala berupa kerudung yang dibelitkan ke leher dengan atasan kebaya laboh. Sehingga rambut wanita tidak khawatir keluar.

5. Pakaian Adat Kepulauan Riau “Kebaya Laboh”

Provinsi Kepulauan Riau, Riau dan Sumatera Barat karena jaraknya berdekatan membuat pakaian adat yang dipakainya hampir sama. Pada umumnya untuk pakaian khas Kepri terdiri dari pakaian resmi, baju sehari-hari dan pakaian pernikahan.

Baju adat dari Kepulauan Riau terdiri dari baju kurung cekak musang dan kebaya laboh. Baju kurung ini dipakai wanita dengan bawahan berupa kain sarung motif. Sedangkan untuk laki-laki dewasa, pakaian adat ini digunakan dengan pelengkap sarung perekat dan kopiah.

6. Pakaian Adat Jambi “Melayu Jambi”

Jambi adalah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera dengan penduduk mayoritas dari Suku Melayu. Sekilas pakaian adat dari Jambi hampir sama dengan pakaian yang ada di daerah-daerah Pulau Sumatera. Yang membedakannya, baju adat Jambi lebih mewah karena memiliki sulaman benang emas.

Baju adat khas Jambi terdiri dari beberapa jenis. Namun untuk pakaian adat paling resmi dan sudah diakui di kancah nasional adalah baju pengantin adat yang bernama Melayu Jambi. Pakaiannya untuk pria menggunakan setelan baju kurung kain beludru. Sedangkan wanita menggunakan pakaian beludru yang dibuat tanpa lengan.

7. Pakaian Adat Sumatera Selatan “Aesan Geda”

Baju adat dari Sumatera Selatan yang sudah terkenal di kancah nasional ada dua, yaitu Aesan Geda dan Aesan Pasangko. Kedua pakaian adat ini terinspirasi dari kerajaan Sriwijaya. Aesan Geda dikenal sebagai pakaian yang memiliki banyak aksesoris baik untuk pria ataupun wanita.

Pakaiannya mempunyai ciri khas berupa warna-warna cerah seperti emas, merah atau jingga. Aksesoris tambahannya, pria mengenakan penutup kepala sedangkan wanita memakai siger. Sedangkan pakaian Aesan Pasangko merupakan simbol pakaian yang melambangkan keagungan masyarakat Sumatera Selatan.

8. Pakaian Adat Bangka Belitung “Paksian”

Pakaian adat dari Bangka Belitung bernama Paksian. Pakaian ini mempunyai dua pilihan yaitu merah dan ungu. Untuk wanita, bajunya terdiri dari baju kurung berwarna merah yang berbahan sutra dan beludru. Di bagian kepala menggunakan mahkota bernama paksian. Sedangkan untuk kaum laki-laki, menggunakan sorban atau sungkon.

9. Pakaian Adat Lampung “Tulang Bawang”

Pakaian adat dari Lampung bernama Tulang Bawang. Nama ini terinspirasi dari nama kerajaan yang dulunya sangat terkenal di daerah Lampung. Baju adanya didominasi oleh setelan berwarna putih. Aksen tambahannya berupa lilitan kain tapis khas Lampung dan penutup kepala untuk pria. Sedangkan wanita mengenakan siger dan perhiasan emas yang menambah kecantikannya.

10. Pakaian Adat Bengkulu

Bengkulu termasuk daerah yang kental dengan budaya melayu. Meskipun demikian, budaya melayu di Bengkulu tidak sama dengan budaya melayu pada umumnya. Pakaian adat dari Bengkulu merupakan pakaian melayu berwarna merah. Pakaiannya identik dengan kain lecap benang khas Jambi. Para pria dan wanita ditambahkan penutup dan hiasan kepala sebagai aksesorisnya.

11. Pakaian Adat DKI Jakarta “Baju Adat Betawi”

DKI Jakarta sangat kenal dengan budaya Betawi. Jadi tidak heran jika nama baju adatnya termasuk pakaian Betawi. Ciri khas pakaian adat dari Betawi adalah kebaya encim berwarna terang untuk wanita. Bawahannya berupa kain batik.

Untuk kaum laki-laki menggunakan sarung dengan atasan berwarna putih. Meskipun terlihat simpel, baju adat ini berbeda dengan baju adat dari daerah-daerah lainnya sehingga tetap terlihat elegan. Dalam baju adat Betawi terkandung berbagai macam budaya yaitu Arab, Barat dan Melayu.

12. Pakaian Adat Banten “Pangsi”

Banten adalah provinsi di Indonesia yang kental dengan Suku Baduy. Sekilas baju adat dari provinsi ini hampir mirip dengan baju adat Suku Sunda. Pakaian adat dari Banten bernama Pangsi yang merupakan setelan jas pria dan kebaya putih terang untuk wanita. Bawahannya, wanita mengenakan kain batik. Penutup kepala untuk pria berupa blankon dan mahkota untuk wanita.

13. Pakaian Adat Jawa Barat “Bedahan”

Baju adat dari Jawa Barat berbeda dengan baju dari daerah lain yang digunakan oleh kaum bangsawan. Pakaian adat ini diberi nama Bedahan yang biasa dikenakan oleh berbagai kalangan baik bangsawan maupun masyarakat biasa. Meskipun namanya sama, masing-masing kalangan memiliki baju adat yang berbeda-beda.

Untuk laki-laki dan wanita, pakaian yang digunakan berbeda. Yang membedakannya adalah perbedaan bahan dan corak yang digunakan. Ciri khas baju adat yang dominan Suku Sunda ini memiliki beragam jenis corak.

14. Pakaian Adat Jawa Tengah “Kebaya”

Pakaian adat dari Jawa Tengah adalah Kebaya dengan motif batik. Batik yang digunakan adalah batik asli yang menjadi ciri khas daerahnya. Sekilas, kain batik yang digunakan terlihat sangat mewah dan elegan. Bahan batik yang digunakan terkenal dengan batik tulis yang dibuat secara manual.

Pakaian untuk wanita didominasi oleh warna coklat dan pada pria mengenakan setelan hitam. Sebagai aksesorisnya ditambahkan batik, jarik, surjan dan keris. Jika melihatnya secara langsung, akan jelas terlihat keindahannya.

15. Pakaian Adat D.I Yogyakarta “Kesatrian”

Ksatrian merupakan nama pakaian adat dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pakaiannya terdiri dari kain batik yang dililitkan ke tubuh sampai bagian dada. Untuk versi yang lebih tertutupnya, Ksatrian dibuat dari kain beludru hitam panjang dengan ciri khas sulaman benang emas. Baju adat dati Yogya ini memiliki simbol keagungan dan sifat yang berani.

Yogyakarta termasuk provinsi yang terkenal dengan adat Jawa yang masih kental. Saking kentalnya, baju adat dari Yogyakarta tidak bisa dipakai untuk acara sembarangan. Bagi mereka yang mengenakannya harus mampu menjaga dan merawatnya sesuai ketentuan pihak Keraton.

16. Pakaian Adat Jawa Timur “Pesa’an”

Dari Jawa Timur, pakaian adat ini berasal dari daerah Madura yaitu Pesa’an. Bajunya terlihat lebih sederhana dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain. Untuk kamu laki-laki, hanya mengenakan kaos garis putih merah dengan bawahan berupa celana longgar. Sedangkan perempuan mengenakan kebaya dilengkapi rok panjang.

17. Pakaian Tradisional Bali

Bali memiliki pakaian adat yang dikenal dengan nama Safari dan Kebaya. Safari adalah pakaian untuk pria berupa jas berlengan pendek. Warna yang digunakan dalam pakaiannya identik dengan warna netral seperti putih, krem dan coklat.

Sedangkan untuk kaum wanita mengenakan kebaya berwarna cerah dengan lilitan kain di bagian pinggang. Tambahan aksesoris lainnya semakin menunjang penampilan pemakainya. Baju adat Bali memiliki banyak aksesoris dan ragam yang menarik.

Dari corak dan ornamen tersebut menjadi pembeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Corak pada pakaiannya biasa disesuaikan dengan acara upaya yang diselenggarakan, kelas sosial, umur dan juga kelamin.

18. Pakaian Tradisional Lombok/Nusa Tenggara Barat

Pakaian tradisional yang berasal dari Lombok adalah pakaian khas Mataram. Biasanya pakaian adat ini digunakan dalam acara-acara penting seperti pernikahan, upacara, dan acara adat lainnya. Pakaian dari Lombok sangat terkenal dengan kain songket. Jadi tidak heran jika pakaian tradisional Suku Sasak ini menggunakan kain tenun khas serta berbahan sutra dan satin yang lembut.

19. Pakaian Tradisional Nusa Tenggara Timur

Di Nusa Tenggara Timur, kain tenu menjadi ciri khas dari pakaian adat nya. Sekilas, tampilannya hampir sama dengan baju adat dari NTB. Dilengkapi dengan atasan berwarna hitam putih, dan topi tilangga untuk laki-laki semakin terlihat pemakainya lebih elegan. Untuk wanita, mereka mengenakan kebaya berlengan pendek dengan kain tenun sebagai bawahannya.

20. Pakaian Adat Kalimantan Barat “King Baba”

King Baba artinya pakaian untuk kaum pria. Bentuk pakaian adat dari Kalimantan Barat ini terlihat seperti rompi dengan bahan kain yang terbuat dari kulit kayu kapuo. Sebagai penambah nilai estetikanya baju ini dihias dengan manik-manik indah berwarna merah dan jingga.

Untuk kaum wanita, pakaian yang digunakan diberi nama King Bibinge. Bahannya masih sama, namun tampilan baju ini lebih tertutup sehingga bagian dada dan pundak tidak terlihat. Di kalangan masyarakat provinsi Kalimantan Barat sendiri, mereka sudah ahli dalam membuat pakaian adatnya.

21. Pakaian Adat Kalimantan Tengah “Sangkarut”

Dalam kehidupan masyarakat provinsi Kalimantan Tengah, saat menjalani pernikahan pengantin laki-laki harus menggunakan celana panjang mencapai lutut. Pengantin laki-laki diwajibkan menggunakan tali pinggang, selempit peran dan mengenakan penutup kepala serta beberapa perhiasan sebagai aksesoris tambahan yang biasanya terbuat dari gigi hewan dan kalung panjang.

Sedangkan untuk pengantin wanita mengenakan pakaian adat berupa rok pendek dengan aksesoris ikat kepala, subang dan kalung. Warna pakaian ini pada umumnya hitam. Nama baju adat yang mayoritas penduduknya adalah Dayak Ngaju sering disebut dengan Sangkarut.

22. Pakaian Adat Kalimantan Timur “Sapei Sapaq”

Penduduk Kalimantan Timur mempunyai dua etnis yang besar yaitu Suku Kutai dan Suku Dayak. Dari masing-masing suku tersebut memiliki pakaian adat yang berbeda-beda. Namun yang diakui oleh kancah nasional adalah Sapei Sapaq.

Masyarakat sekitar mengenakan baju ini sesuai dengan kegunaannya sehari-hari, misalnya saat acara adat. Ciri khas dan keunikan baju adat dari provinsi ini adalah coraknya yang unik dan indah. Bahan baju yang digunakan juga masih alami karena terbuat dari kulit kayu dengan hiasan kepala berupa mahkota bulu.

23. Pakaian Adat Kalimantan Utara “Ta’a”

Sekilas, pakaiannya terlihat sama dengan baju adat dari Kalimantan Timur. Namun sebenarnya dari kedua provinsi ini memiliki perbedaan baju adat tersendiri. Karena mayoritas penduduknya berasal dari Suku Dayak, pakaian adat Kalimantan Utara namanya sama dengan baju Kaltim yaitu Ta’a. Jika diteliti lebih jauh lagi, keduanya akan terlihat berbeda.

24. Pakaian Adat Kalimantan Selatan “Babaju Kun Galung Pacinan”

Penduduk yang mendiami provinsi Kalimantan Selatan mayoritas berasal dari Suku Banjar. Suku ini memiliki empat jenis pakaian adat yang masing-masingnya memiliki keunikan tersendiri. Diantaranya baju adat pengantin Babaju Kun Galung Pacinan, baju adat pengantin Baamar Galung Pancar Matahari, baju adat pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut, dan Babaju Kubaya Panjang.

Untuk pakaian Bagajah Gamuling Baular Lulut terdiri dari kain sasaringan yang dililitkan untuk bawahan pria. Sedangkan bagian dada dikalungi dengan kalung bunga dan ditambah aksesoris berupa keris. Untuk kaum wanita, memakai kain berbalut sampai menutupi dada sehingga terlihat sebagai gaun. Kain sasaringan adalah kain khas dari Kalimantan Selatan.

25. Pakaian Adat Sulawesi Barat “Pattuqduq Towaine”

Suku Mandar merupakan suku di provinsi Sulawesi Barat yang cukup mempengaruhi kebudayaannya. Dulunya suku Mandar menggunakan pakaian adat yang diberi nama Pattuqduq Towaine. Pakaian untuk pria terdiri dari jas, sedangkan wanita mengenakan baju lengan pendek. Umumnya warna pakaian ini terdiri dari warna hijau, putih, ungu dan merah dengan bawahan kain tenun senada yang dililitkan.

Pakaian lain yang terkenal dari suku ini adalah Sarung Sutra yang mirip dengan kain sutra. Sarung sutra dari suku Mnadar terdiri dari berbagai jenis corak dengan ciri dan cara pembuatannya yang berbeda-beda. Dengan bentuknya yang elegan, semakin menambah keindahan dan daya tarik dari pakaian adat provinsi Sulawesi Barat.

26. Pakaian Adat Sulawesi Utara “Laku Tepu”

Baju adat dari Sulawesi Utara ini hanya boleh digunakan ketika perayaan upacara Tulude. Meskipun terlihat sederhana, pakaian adat nya memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh pakaian dari daerah-daerah lain. Letak keunikannya terdapat pada bahan dasar pembuatan yang berasal dari serat tanaman pisang.

Masyarakat lokal menyebutnya dengan nama serat kofo. Alasan serat pisang dijadikan bahan utamanya karena memiliki tekstur yang kokoh dan kuat sehingga bisa memudahkan proses tenunnya. Warna dasar pakaiannya hijau, merah dan kuning. Untuk pria ditambah penutup bagian kepala warna senada.

27. Pakaian Adat Sulawesi Tengah “Nggembe”

Pakaian adat Sulawesi Tengah berasal dari baju adat Suku Kaili yang bernama Nggembe. Pakaian ini dikenal mempunyai bentuk yang unik. Bentuk pakaiannya segi empat dengan lengan lebar, berkerah bulat dan panjang. Jenis baju adat dari provinsi ini tidak boleh sembarangan dikenakan. Penduduk hanya boleh menggunakannya saat acara-acara penting saja misalnya acara adat atau pernikahan.

Baju adat Suku Kaili identik dengan bahan lembut. Di bagian dadanya terdapat hiasan berupa bordir bentuk bunga dan manik-manik yang cantik. Sangat indah jika kita bisa melihat langsung tampilan asli pakaian dari provinsi Sulawesi Tengah ini.

28. Pakaian Adat Sulawesi Selatan “Bodo”

Baju adat Bodo terbuat dari bahan organza dengan potongan sederhana yang berlengan pendek. Baju ini memiliki warna cerah yang mencolok dan kalung sebagai hiasan kepala aksesoris tambahannya. Pakaian adat Bodo sebenarnya merupakan salah satu baju adat Makassar. Desain bajunya sangat minim jahitan.

29. Pakaian Adat Sulawesi Tenggara “Babu Nggawi”

Pakaian adat yang berasal dari Sulawesi Tenggara merupakan pakaian dari Suku Tolaki, suku yang sebagian besar tinggal di provinsi ini. Untuk baju adat perempuan disebut dengan Babu Nggawi. Biasanya pakaian ini dikenakan ketika acara adat dan acara pernikahan. Wanita akan mengenakan bajunya dengan tambahan berbagai macam aksesoris seperti kalung panjang dan gelang kecil.

30. Pakaian Adat Gorontalo “Billu & Makuta”

Baju adat dari Gorontalo disebut Billu untuk pakaian kaum wanita dan Makuta untuk pakaian kaum laki-laki. Pakaian adat ini tidak boleh digunakan untuk acara sembarangan, sehingga penduduk setempat hanya mengenakannya untuk menghadiri acara adat dan acara sakral saja.

Gorontalo memiliki tiga jenis warna dasar baju adat dengan arti berbeda-beda. Masing-masing warna tersebut yaitu kuning keemasan, ungu, dan hijau. Untuk desainnya, baju adat Gorontalo cenderung sederhana. Sebagai penambah kemewahannya diberikan aksesoris pendukung.

31. Pakaian Adat Maluku “Cela”

Pakaian adat Cele dari Maluku mempunyai motif berupa garis-garis geometris yang biasa digunakan dengan kain salele saat melakukan upacara adat. Warna pakaiannya didominasi dengan warna merah dan putih. Pada umumnya pakaian ini dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya senada dengan corak baju.

32. Baju Adat Maluku Utara “Manteren Lamo dan Kimun Gia”

Berbeda dengan baju adat sebelumnya, pakaian dari Maluku Utara ini berupa celana panjang warna hitam dengan bis merah yang memanjang sampai bawah. Bagian bajunya berupa jas tertutup yang memiliki kancing berukuran besar terbuat dari perak. Pada umumnya, jumlah kancing pada baju terdiri dari 9 kancing besar.

Tepat di bagian ujung tangan, saku dan leher jas warnanya merah. Sebenarnya di daerah Maluku Utara ada banyak jenis baju adat yang terkenal di kalangan masyarakat. Namun hanya ada dua pakaian adat yang sudah diakui kancah nasional yaitu Manteren Lamo dan Kimun Gia.

33. Baju Adat Papua Barat “Ewer”

Nama pakaian adat dari Papua Barat yaitu Ewer. Ewer berbentuk rok rumbai berbahan alami yang berasal dari tumbuhan. Semakin terlihat menarik, pakaian ini beri tambahan hiasan kepala berwarna cokelat senada dengan Ewer. Para penduduk sekitar masih menggunakan bahan-bahan untuk membuat pakaian ini dari aman kemudian melewati berbagai proses salah satunya pengeringan.

34. Baju Adat Papua

Pakaian adat Papua tidak kalah bagus dan menarik dengan baju dari daerah-daerah lainnya. Jika dilihat sekilas, bentuk dan corak yang digunakan untuk pakaian wanita dan laki-laki hampir sama. Pada umumnya, orang Papua hanya menggunakan penutup pada bagian bawahnya saja.

Sebagai penunjang kecantikan dan keindahannya, ditambahkan berbagai macam aksesoris yang masih bernuansa alami. Hiasan-hiasan yang digunakan diantaranya cincin, gelang, kalung dan rumbai-rumbai. Untuk kaum laki-laki, biasanya mereka membawa perisan dan tombak sebagai aksesoris pelengkap.

Indonesia kaya akan budaya dan keragaman. Banyak suku di Indonesia yang sangat  beragam dengan masing masing keunikan dan ciri khasnya. Termasuk dalam hal ini masing masing daerah memiliki budaya dan pakaian adat yang berbeda beda. Setiap daerah memiliki filosopi terkait dengan pakaian adat yang digunakan. Tidak sembarangan membbuat pakaian namun  pastinya mencerminka  sebuah budaya dan adat ciri khas.

Pakaian adat dari masing masing daerah yang disebutkan diatas adalah simbol yang mencerminkan bahwa daerah tersebut memiliki khas tersendiri. Pakaian adat memiliki arti tersendiri. Bukan hanya sekedar pakaian semata. Akan tetapi pakaian tersebut mengandung kesan, makna, atau bahkan sejarah di masa lampaunya. Untuk itu pakaian daerah atau adat memiliki model yang beragam antar satu daerah dengan daerah lainnya. Perbedaan ini adalah bentuk keberagaman nilai budaya di Indonesia saat ini.

 

Leave a Comment